May 20, 2009

Maaf, Aku tak Setia !

Hmm...April ternyata sudah jauh berpulang, tanpa pamit dan sekedar berbasa-basi lagi. Terlalu lamakah aku menggulung pikiran dipojokan ruang tunggu berukuran 7 x 8 Meter itu? dan disana alam pikiran makin asik berkudeta, riuhnya sampai masuk pelataran rumah. Ya sudah; aku ingin bermonolog saja !

..........Aku meninggalkan sudut bertitel "Ruang Tunggu" itu dengan seribu tanya besar, tak sempat aku melihat bilboard diatas pintunya, sekedar mengingat dan mengharamkan aku kembali lagi kesana. Namun kejadian 25 menit yang lalu itu membuat salah satu kantor di pertengahan lantai itu serentak mencibirku, padahal kita masih dari golongan yang sama, para kaum berkumis.
..........Aku menjauhi ruangan itu, sebuah potret buruk sisi keberhasilan ahli debat dan tata ukur ibukota telah kutaklukan, tak sia-sia minggu lalu terlibat dengan Gerakan Indonesia Sehat 2009. Mengkampanyekan Perda DKI Jakarta No. 75 Thn 2005 (larangan merokok) dan Perda DKI Jakarta No. 02 Thn 2006 ( Pengendalian Pencemaran Udara), tapi sesaat setelah itu, lima meteran menjauhi ruangan itu, kulihat samar-samar diatas pintunya bertuliskan, "ruangan khusus perokok".

..........Mulanya sih aku duduk di sisi sebelah barat, bisa kucium arak mengarak para gerilyawan ibukota (baca: kondektur) di mulut-mulut ujung terminal Blok M itu, didepannya berdiri hotel ambhara, aku ingat, jum'at pekan kemarin itu aku pernah terjebak disana. Suasana Masjidnya seolah kita sedang mengudara di terowongan bawah tanah di kota tokyo. *ini salah satu efek kebanyakan nonton animasi jepang*
..........15 menit berlalu, suasana makin menyengat isi otakku, aku mencari dimana tombol alarm kebakaran, dimana kuletakan nomor-nomor penting semacam ambulan atau polisi, dimana otak orang-orang ini tertinggal. Dimana...dimana aku bisa bertanya?

...........Dan 10 Menitan sisa waktuku disana kemudian kuhabiskan untuk berceramah, menceramahi mereka-mereka itu, serasa diposisi benar sendiri, kutunjuki wajahnya satu-persatu. Kubuka pasal demi pasal, fatwa demi fatwa, halaman demi halaman, dan bait demi bait. Isi paragraf terakhir yang kukatakan "Kalian tau merokok itu merusak kesehatan, membakar uang, tidak produktif, amatir, masih saja dilakukan!" begitu kataku. mereka terdiam, seolah insyaf dengan kata2 itu. Akh...serasa habis bertempur di medan perang saja, kukibaskan lengan bajuku, hatipun berteriak, "I win U Lose !"
...........Sejak kejadian itu, aku lebih berhati-hati dalam bersikap, sedikit skeptis. Tak bersua bila tak sedikitpun punya kepentingan. Tapi tak bertahan lama, lantaran sikap sosialisku sudah saking mengakarnya. Cepat akrab dengan siapapun meski baru kenal 15-20 menitan, hampir semua kalangan. jadi bila kita sudah bercengkrama, obrolan itu bisa mengakar terus, pasal demi pasal. Terakhir, saya meledek bang Yos yang tak bisa mengambil bola golfnya dilubang ke 13 sewaktu kita bermain bareng di area kidzania, *yang ini lelucon, jangan ditelan mentah-mentah*.

...........Tapi tetap saja, sisa-sisa sifat kemarin-kemarin itu masih tertinggal barang sedikit. Misalnya obrolan yang ini, kejadian di buskota jurusan gajah mada-kota.
Ibu : " Mas, kalau rute ini lewat Pasar Senen gak yach!" membuka pembicaraan dengan tidak berkata hallo, atau spada, ada orang?, permisi, atau assalamu'alaikum, dsb.Tapi langsung bertanya, beruntung sekali ibu ini, bertanya pada orang yang tepat, sahutku waktu itu dalam hati. Karena sayapun sedang ingin membuka percakapan, mengetes sisa-sisa "rasa bersalah" kemarin.
Anak Muda : "Memangnya kenapa bu, Ibu mau belanja kesana?" Sambil asik memainkan musikplayer tanpa menoleh sedikipun.
Ibu : " Enggak mau tanya aja, soalnya saya baru sekali naik rute ini, barangkali kalau saya dari Pasar Baru bisa nerusin trayek ini kalau mau Pasar Senen".
Anak Muda : " Emang bisa sih bu, tapi seharusnya ibu kesananya kemarinan,". Menggantungkan percakapan dengan sedikit berdehem menahan tawa, berfikir reaksi berikutnya dari si ibu itu.
Ibu : " loh memangnya kenapa, mesti kemarinan, saya kan baru mau kesananya sekarang mas?" Sambil bersiap menelpon anak atau kerabatnya via ponsel jika benar adanya dia salah naik jurusan.
Anak Muda : " Iya, ibu khan Mau ke pasar senen, tapi liat dong dikalender. Ini khan hari Selasa , ngapain ibu ke Pasar senen?" menutup pembicaraan tanpa rasa bersalah.

...........Dua hari berikutnya, kembali perbincangan serupa, satu plot tapi dengan latar yang berbeda. ceritanya begini : ketika itu kami berempat berada dalam satu angkot, 3 pria, 1 wanita. dua pria masih pelajar SLTP, satu pria nampaknya penjual di sebuah pasar, karena arah kami menuju pasar kebayoran lama. Saat itu saya menduga sifat orang ini sukar ditebak, berperawakan sangar, sesangar lintingan rokok di tangan kanannya. Saya tak bisa menggunakan bahasa verbal buat bapak ini mematikan rokoknya. lantas, saya hanya membaca-baca potocopy an artikel mengenai penghijauan hutan, serta bahaya merokok, dengan gambar2 yang jelas, animasi-animasi menggelitik, yang saat itu saya persiapkan buat bahan mading ditempat kerja. Bisa ditebak, ia merasa tersindir, ada dua anak-anak sekolah juga yang mengerti keadaan itu, entah ia ingat anak-anaknya dirumah atau apa, ia mematikan rokoknya juga, padahal sejak awal kendaraan umum itu berangkat, satu ibu itu sudah batuk-batuk pertanda keberatannya. Pak tua itu langsung turun mobil di tengah teriknya jembatan layang. Soal sikap? Akh, wanita....

...........Sekarang, apa hubungannya dengan kesetiaan? Sabar, Akan kujelaskan nanti kawan, jika saja ini sebuah buku pelajaran, diurutkan dari daftar isi sampai daftar pustaka, ini masuk pada bagian kata pengantar. Ya, kata pengantar.
...........Jadi, 3 hari yang lalu itu aku sempat masuk rumah tahanan cinta. Esi menuduhku berselingkuh, barang buktipun sudah banyak yang beredar. Dari foto-foto kami sedang berlibur, jalan-jalan, sampai duduk-duduk malas di kebun tetangga, menunggu matahari pamit. Dan dengan dua tuduhan sekaligus, aku tak bisa berbuat apa-apa, sulit dijelaskan mengapa seakan mengiyakan semua tuduhan itu. Hubungan kami yang sudah memasuki tahun ke-8 kini diambang kehancuran, masa-masa SMA kembali menarinari dikepalaku, seolah tak percaya apa yang sedang terjadi. Apa serupa ini akhir dari semua cerita? manis diawalnya saja !. Kenapa tak seindah Maria dan Yusuf dipenggalan roman Layar Terkembang ?, atau Fahri dan Aisya dialam cerita Ayat Ayat Cinta? Kenapa jadi seperti kisah si buta mencari cinta, 40 hari bangkitnya Mpo' Cong, atau Dibelakangmu Ada Monyet? kenapa tak seperti Romeo & Juliet, Radit & Jani, Tuyul dan Mba Yul, kenapa? kenapa? kenapa jadi ngawur begini !, kenapa......
*saya sedang bermonolog, jadi terserah saja, berlari dari satu tema ke tema lain, dari satu pasal ke pasal lain, sambil berharap tak melintas seorang guru bahasa indonesia*

...........Memang, jujur saya telah menduakannya, Esi pasti kecewa berat. Kita pernah berikrar sehidup semati di bawah pohon beringin jumat malam kala itu, dibawah rintikan hujan kita beradu pandang, berpegang satu sama lain, berharap, cemas, sambil terus bertanya-tanya satu sama lain: "Sampai kapan hujan ini akan reda!" Langitpun sudah kian meninggi, barang tentu rute pulang nanti masih banyakah orang melintas, sebab kita melewati dua komplek besar , satu cirendeu permai, satu lagi komplek pekuburan. Sebab pula kekhawatiranku, katanya ada pertengkaran hebat didunia mistis itu, antara pocong vs kuntilanak, entah apa duduk perkaranya, yang jelas bukan perebutan harim atau kekuasaan semata.
...........Setelah kejadian mengantar Esi itulah, hatiku mulai berpaling. Mulai dari lirik-lirik ala A rafiq, sampai curi-curi pandang ala David Naif, tapi tidak sampai cubit-cubitan ala Elvie Sukaesih, dia tak minat, Meski ada spanduk raksasa rada provokatif, "Dangdut Never Die". Si Esi tak berpengaruh.
...........SPG( baca: es-pe ge) dengan rayuan maut itu yang membuatku seakan melupakan Esi, tak lama, cukup beradu pandang sebentar, lirik-lirikan. Ya udah, kena ! Dua espege sekaligus, siapa yang tak meronta-ronta hatinya. Maafkan aku Esi, aku melukaimu tuk yang kedua kalinya. Fira Basuki bilang, dalam hidup tak ada namanya kesempatan kedua, tapi masih adakah kesempatan ketiga bagiku dihatimu? dia langsung bilang : Najiz ! (pake z bukan s)
Ya sudah, jika itu yang terbaik untuk kita.
...........Ini sedikit kenang-kenangan terakhir aku dengan Esi, juga dengan katanya "selingkuhan", Pelajaran juga buat yang mau poligami. Dua hilang dua lagi datang. Dunia baru menungguku disana, Esi menjadi masa lalu dengan hadirnya Fle, Sofi pun tinggal kenangan dan masa lalau setelah tergantikan Nike. Khusus buat Dek Esi jangan marah lagi ya, Tante Fle baik kok..




Srluuuup...*lagi meraktekin ilmunya Pa' Tum Desum nih, ada 1 Email tiap minggu mereka kirimin, mau belajar nulis. katanya : tulis aja dulu sesuka kalian. Sembari jalan.
Jalan aja dulu ! jalan jalan, nanti ketemu jalan ditengah jalan.:D)
..........Ayo Shiro, kita jalan-jalan lagi !

» Read More....

April 20, 2009

KPK Season 2

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war(The Call)

.......... Tak pernah ada habisnya kita menemukan sisi" keajaiban" dalam rupa satu ini. Andaikan dari kejauhan kita memandangnya, kita akan mengerti betapa diktat sejarah kelas 4SD kembali menjadi begitu istimewa: sebab dari sana prolognya kita mulai. Asal muasal kita mengenal sosoknya. Wanita dengan predikat Pahlawan kaum Hawa negeri ini: Ibu kita Kartini.
.......... Namun secara pribadi, saya menarik diri dengan sebuah kesimpulan kecil, bahwa Perayaan hari Kartini tak ubahnya dengan Perayaan Hari Ibu; familiar dengan sebutan Mother day. Beliau telah mewakili sosok ribuan pahlawan Negeri ini, bahkan perempuan seluruh dunia. Sebut saja kisah cerita pahlawan-pahlawan Aceh semisal Cut Nyak Dien, Cut Mutia, atau kisah para nabi mengenai seorang perempuan yang mengikhlaskan tautan jiwanya untuk menikahi budaknya sendiri demi mendapat seorang keturunan? Siti Sarah, tak lain tak bukan.

.......... Atau kita mengenal Margaret Tatcher, Gloria Macapagal, atau agak jauh sedikit yakni sosok Perdana menteri Indira Gandhi mungkin, sosok-sosok pemangku tahta pemerintahan. Kita lupa, kita pun memiliki kharisma seorang Megawati Soekarno Putri, Perempuan Indonesia yang menyabet peringkat 8: World’s 100 Most Powerful Women versi majalah forbes. Luar biasa bukan! Mereka-mereka itulah sosok kartini-kartini bagi kaumnya, Mencari jejak ditengah riuk kerumunan elite kaum berkumis.
..........Sekarang, setiap perempuan negeri ini telah mendapat semua kisahnya, tinta sejarah telah mencatatnya genap 130 tahun yang lalu. Tapi apakah cukup sampai disitu? Lantas kemanakah aura semangat Kartini itu sebenarnya? Pemikiran 4 langkah yang telah menginspirasi negeri ini dari para penjajah Belanda !
..........Dan Kartini mengatakan bahwa pemikiran-pemikirannya telah ditularkan pada perempuan-perempuan negeri ini, dimana setiap perempuan mengidamkan buah hatinya mendapat lencana besar berpangkat sersan mayor. Itulah kenapa saya menarik diri dengan kesimpulan Hari kartini & Hari Ibu: Sebuah metamorfosis kaum hawa.
,
R.A Kartini mengatakan : "....IBU ADALAH SEKOLAH BAGI ANAK-ANAKNYA"
---------------------------------
..........Secara pribadi, perayaan Kartini mengingatkan saya pada sosok Kartini-kartini sesungguhnya yang telah menyambung sendi-sendi alur kehidupan. Siapa yang tak mengenal Ibu Selly disini sekarang ? Atau perempuan-perempuan tua yang berjejer di pinggir sebuah rel kereta api, pinggir sekali yang bahkan untuk melintas saja seorang masinisnya harus berteriak permisi agar tak menyibak balutan kain si penjual sayur kereta api tersebut. Mereka yang berjuang telah mendapatkan jiwa kehormatan itu. Tak perlu piagam PBB, oscar, citra mapun piala dan nobel lainnya yang mereka minta untuk sebuah pengukuhan. Toh sejarah telah mencatatnya.
..........Kembali ke topik awal, sengaja saya menaruh tittle yang demikian, karena segala sesuatunya ingin terlihat sempurna, tak ayal pemilihan judul pun menjadi pertimbangan yang wah. Yang sering wara-wiri di komplek ini pasti sudah mafhum.
..........Ingatkah kita, ketika serupa malaikat, melarang kita untuk tidak mendekati tanah lapang ketika hujan; sebab disana raja petir bersemayam, yang suka menculik anak nakal yang tak patuh. Tapi redanya gerimis, kemilaunya mejikuhibiniu, dan ciut-ciut ayam mencari bayi cacing. Nyatanya dipojokan disana, berbasah kuyup, menggigil, bersebelahan dengan bola sepak, merengek dan lekas ingin dapat susu formula terlengkap. Sosok malaikat itu biasa terngiang dengan sebutan Ibu. Iya Ibu, ku bilang ibu.
..........Atau ketika saya mengeluh lantaran dipojokan oleh sebait isi kitab primbon Lia Ambarwati. Tertulis : Lelaki dengan tahi lalat di penis memiliki nafsu yang besar. Kulihat lagi, benar adanya. Dan sesampainya kutanyakan pada Ibu. Dia hanya menjawab datar : Nafsu besar itu tidak hanya urusan bawah perut, nafsu bisa identik dengan ambisi. Obesif kompulsif lah tipemu. Begitu katanya !
..........Entah siapa juga yang mempopulerkan nyanyian wanita di jajah pria itu. Serasa ingin menjawabnya disini. Karena saya melihat cukup banyak berita yang mengangkat tema kaum hawa: yang tertindas, teraniaya, terabaikan, dan terlupakan pengukuhannya. Nyatanya semua berangkat dari lingkungan keluarga, Entah istri dianiaya suami, anak dipukul si ayah, pembantu rumah tangga dilecehkan sang majikan, atau semua berita-berita kejahatan yang diulas oleh bang napi yang tiap harinya selalu updet. Hampir selalu ada yang baru dan hampir semua menjadi sorotan utamanya.
..........Maka dengan ini saya memutuskan mengajukan proposal KPK Season 2 atau Komisi Pemberantasan Kompeni bagi perempuan Indonesia, untuk memperjuangkan sesuatu bagi kaum hawa. Tidak lebih !
---------------------------------------------------------------------
*ditulis dlm kondisi setengah koma, setengah tanda seru !
......maaf jika tulisan ini terlalu melantur. No Body ferfect

» Read More....

April 15, 2009

My Fathersphere

.......... Kawan, buat yang sudah berkenan baca tulisan yang ini pasti sudah menduga dimana sudut pandang berbicara saat itu; di gerbong 20 kemarin, yang tanpa kepala dan tanpa masinis itu. Masih ingat khan, bahkan kita sempet berputar-putar di gerbong nomor 13! Bermain potong bebek angsa lagi, sambil terbirit dikejar petugas karcis.
.......... My Father gak bisa ngeberentiin kebiasaanya buat gak ngeracunin dirinya sendiri. Apa memang kebiasaan itu bisa mengalahkan sifat dasar manusia yang katanya selalu bisa memperbaiki diri sendiri itu?
.......... Nah, jika kini sudah tau situasiku, sekarang mari ku jelaskan sesuatu padamu. Hal yang membuat jiwa lelakiku serasa tercabik, ditelanjangi, dikuliti secara psikis atau apalah itu namanya. Lebih lanjut gambar ini yang akan menjelaskan, semuanya. Gambar terinspirasi dari sini.
Sedikit informasi seputar bahaya merokok, untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan, dari berbagai polusi, lain yang semakin mencekik lapisan startosphere, bumi kita !
15 milyar batang rokok dihisap setiap harinya di seluruh dunia.
Bumiku sayang bumiku; malang !
sumber : MediaKawasan
........Coba sejenak kita bayangkan



.......... Hanya jeritan kecil, disudut kamar, yang setengah kebakaran, setengah kebanjiran, setengah kebablasan, serba ada disini, dan serba setengah-setengah, halfing-halfing lah.. Makanya aku mau sedikit kampanye STOP MEROKOK disini.
Ku suruh dia mempelajari suatu hal disini, tapi dia malah baca yang ini. Akh.... benar-benar, lelaki yang aneh !
PS : terinspirasi juga dari seorang bocah tanggung (SMP) yang sudah berani bermain dengan batangan rokok tersebut, ayo anak siapa ini...ngakuuu...

» Read More....

April 12, 2009

friEndsHip makEr

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Kahlil Gibran

Award sobat IrhamnaPhotobucket
PhotobucketPhotobucket
Titipan dari :Irhamna dan akan saya sampaikan lagi pada sobat-sobat :

...dan terkait peraturannya adalah..eng ing Eng !



............Sekarang, hayoo siapa yang tau tempat paling enak nyari Inspirasi, sedari kemaren gak ada ide nih buat updet blog, hehe..... Padahal dah tengok sana/i ke sobat blogger nomine 8 itu, tapi tetep aja oon the on.*jletak*

-salam kompak selalu-

» Read More....

March 30, 2009

cLiffhanger swE3ty award

..........Dunia blogger gempar, bukan karena ada insiden situ gintung baru-baru ini, atau sebuah situs beralamatkan janganbikinmalu2009.com yang telah mendeklarasikan partai baru Gerakan Membela Tanah Air Indonesia(Partai GEMBEL TAI) yang fenomenal. Video iklan mereka sudah beredar di Youtube, media massa, maupun televisi lokal. Di situs ini kita bisa liat aksi caleg kita berparodi ria, ada yang menjelma menjadi Superoni, Bahkan menjadi pelayan rakyat yang benar-benar berjiwa pelayan, sebab dipamflet dan spanduknya saja sedang menyapu Ibukota. Lucu dan memang bikin malu.
*sempat terbesit bikin Partai baru nih, Namanya Partai Persatuan Anti Dangdut Indonesia (PADI), dari namanya saja sudah merakyat khan !* Yang mau direkrut dan didaulat sebagai ketuanya, Hmm.. Yang jelas bukan Lelaki berwajah dangdut itu. Mau daftar gak ?
..........Lho, jadi apa yang bikin gempar ? Awan_cLIcK3rz bLog dapet rekor , tuh ada sertifikatnya, kata gempar kurang pas sepertinya, kalau gempur gimana, gempor? atau :D/. Award ini diberikan sang cerpenis kita, yang selalu kaya dengan ide-ide briliannya, dan mengizinkan sobatnya ini buat mencuri idenya slalu, hehee...matur nuhun, seperangkat award ini akan saya scan dan cetak ulang dan dibagikan pada :
  1. Mba Dian Safitry Moga pemberian kali ini berkenan, sebab melihat yang sudah-sudah....hayya, pegimana ini. Diambil ya mba, soalnya kalo dianter pake tiki takut gak sampai....:D/
  2. Mba Lyla dengan sejuta keramahan dan share ilmu di rumah pinkynya itu. Moga gak keduluan orang nih, *ceritanya mau ngambil hatinya*...loh
  3. Mba Hellen yang mengajarkan kita bagaimana memberi itu harus lebih besar daripada menerima. Duh jadi inget lagi aksi mahar di Laskar pelangi itu.*om ikal mode on*
  4. Mba Jovie yang jujur, aku sudah jarang mengetuk pintu rumahnya malam-malam lagi, bukan karena takut kepergok hansip atau petugas ronda lagi, tapi tulisan dia yang ini merubah segalanya...:D/ peace ah
  5. Mas Dhie dengan segala keahlian dan skillnya dalam membuat rumah Idamannya itu, mampu membuat persaHabatan lebih hidup. keep fight, fren !
  6. Om bendol yang lucu abis kalau sedang memberikan kelas tambahan, intermezzonya selalu krenyezz.
  7. Mba Ningtyas. Yang suka aku kuprek2 dapurnya, nyari ide yang diselipin disana-sini. hampura atuuh...:D/
.........dan didedikasikan pada semua sobat, kawan yang telah masuk jajaran(*emang polisi*) yang sudi meramaikan bursa taruhan(*jadi bola lagi dah*), maksudnya rumahnya Awan_cLIcK3rz.
.........Sesuai isi awardnya, semoga kita tambah semangat dalam memberikan pencerahan bagi bangsa ini, lewat pemikiran, tulisan dan juga perbuatan pastinya.
dan ini award yang agak telat di pajang, moga yang ngasih,Irhamna gak ngamuk ya..:D/.Award ini juga untuk kawan-kawan tersebut diatas dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja dimohon segera diambil. Sebab guna kelancaran administrasi RT kita tercinta.
*mulai dah, pegimana baiknya erte aja ya...lega, akhirnya ada bahan buat ngupdet juga :D/.


......tarik maaaang.

» Read More....

awan2 yg lain Pintu PersaHabatan

inspiration by My Mom bEloveD !